-51-

1959 Kata

Alzio mengamati wajah cantik istrinya yang tidur di pelukannya. Tak pernah bosan ia selalu mencium wajah istrinya. Di kehamilan yang memasuki bulan ke tujuh membuat Alzio selalu mengawasi pergerakkan istrinya itu. Setelah kejadian beberapa waktu lalu, keadaan Alzio telah pulih. Rafa dan Raina pun tak perlu lagi bersandiwara. Ia juga telah meminta maaf pada mereka berdua. Alzio mengeratkan pelukannya pada Azalea ketika istrinya itu bergerak tidak nyaman. Jarum jam masih menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Alzio tidak ingin Azalea bangun. "Stttt tidur lagi." Ucap Alzio mencium kening istrinya. Azalea memeluk perut suaminya. "Aku ngga sabar lihat anak kita lahir Azalea." Ucap Alzio mengelus perut Azalea. "Aku janji akan menjaga kamu dan kedua anak kita." Lanjut Alzio. "Kak..." Panggil Az

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN