Cup Raina membulatkan matanya merasakan ciuman Rafa di bibirnya. "Saya cinta sama kamu Raina." Ucap Rafa dengan wajah yang begitu dekat dengan Raina. Raina terdiam menatap wajah Rafa. Ia masih terkejut dengan tindakan dokter anak di hadapannya ini. "Raina." Panggil Rafa. Raina mengerjapkan matanya dan mengatur napasnya. "Dokter Rafa jangan bercanda. Saya tahu dokter Rafa bicara seperti itu biar saya setuju menikah dengan dokter Rafa kan?" Ucap Raina. "Saya memang mencintai kamu Raina. Kenapa kamu selalu menuduh saya hanya kasihan dengan Azka." Ucap Rafa. Rafa menghembuskan napasnya kasar dan mengusap wajahnya. "Saya memang mengalami semua yang Azka alami Raina. Saya tidak pernah merasakan figur seorang ayah hingga saya berumur 10 tahun karena papah saya meninggalkan mamah pada saat h

