-54 (END)-

1938 Kata

"Zio..." Ucap Nia mengelus pundak Alzio yang duduk dengan kepala menunduk. Saat ini Alzio, Nia, dan Nadia menunggu Azalea yang sedang dioperasi. "Zio takut mah, Zio ngga mau Azalea pergi mah. Azalea hidup Zio mah." Ucap Alzio dengan lirih. Sedaritadi Alzio tak berhenti menangis. Ia menyesal menuruti keinginan istrinya. "Mamah tau sayang, tapi itu semua keinginan Azalea. Kita berdo'a aja semoga mereka selamat." Ucap Nia. "Bunda yakin Azalea dan kedua bayinya selamat." Ucap Nadia. Alzio diam menundukkan kepalanya. Ia hanya berharap keajaiban menghampiri hidupnya. Ceklek Alzio menatap ke arah dokter dan perawat yang keluar dari ruangan. "Selamat pak Alzio, kedua anak anda selamat. Mereka lahir dengan keadaan sehat, namun masih membutuhkan penanganan karena detak jantungnya yang melema

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN