KELIMA

1096 Kata

Pagi-pagi sekali, Dika nampak kebingungan di depan rumahnya. Ia berjalan mondar-mandir ke  kanan dan ke kiri sambil menggeser-geserkan bola matanya. Nampaknya, ia sedang mencari sesuatu. “Bu, sandalnya gak ada,” ucap Dika. Sudah 3 balikan ia berkata seperti itu, namun ia malah disuruh kembali untuk mencarinya. Sampai tiba keempat kalinya, ibunya sendiri yang keluar untuk mencarinya. “Ini ada! Kamu memang gak bisa diandalkan…” “Bu, itu kan warna biru bukan warna hijau.” ***                 Meski rintik gerimis kian jatuh membasahi bumi, mereka tetap berkumpul untuk bermain. Basah tak jadi soal, daun pisang pun mereka gunakan sebagai payung yang melindunginya. Perjalanan melewati sawah, ladang, dan sungai menjadi penawar rasa lelah. Begitu pun gerimis, yang malah membuat mereka tamba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN