“Dinda, aku selalu bersyukur bisa menatap indah wajahmu lagi.” Ujar Husein di atas ayunan sebuah taman. Seperti biasa, Dinda hanya diam dan terus berayun. Setelah kejadian itu Husein tak lagi mempermainkan Dinda, kekasihnya. Setiap detik dalam hidupnya tak lagi disia-siakan. Pengabdian besar dan tekad kuat kini terbenam dalam dirinya. Itu semua hanya untuk sebuah pembuktian, atas cinta yang ia rasakan. Akhirnya, esok adalah hari pernikahannya dengan Dinda. Gurauannya selama ini dalam setiap obrolan, kini kan berwujud menjadi nyata. Ia akan merajut kehidupan berdua dan bahagia bersama Dinda. Memiliki empat anak. Salah satu diantara mereka adalah anak kembar. Angannya, laki-laki yang menjadi sulung dan perempuan sebagai bungsu. Tidak hanya itu, ia pun sudah menyiapkan nama untu

