Hari berikutnya, setelah Andre, Ica, Munawar, Adel, dan Dika bermain bola bekel di rumah Kakek Usman, mereka kembali setelah merasakan asyiknya bermain di sana. Seperti biasa, setelah berkumpul di gubuk, mereka langsung beranjak pergi ke rumah Kakek Usman. Jalan, pohon dan dedaunan yang masih basah menghiasi perjalanan mereka. Sesekali, satu di antara mereka harus terpeleset karena jalanan yang sangat licin. Dika, ia membuka sandal kemudian menentengnya di perjalanan. Bukan karena licin, tetapi karena takut jika sandalnya kotor, nyangkut kemudian rusak. Air sungai yang terlihat begitu deras, digandrungi beberapa orang dewasa yang membawa kail dan umpan. Katanya, setelah hujan deras turun, ikan-ikan mudah didapatkan. Rumput-tumput yang menyimpan beberapa tetes air hujan, harus di pel men

