Kemudian, ia mencoba untuk melanjutkan pembacaan teks pidatonya. “Mansia itu dilahirkan sebagai kholifah di muka bumi ini!” Para pendukung terdiam dan masih mentapnya. “Termasuk bagi mereka para koruptor dan tikus kantor. Mereka adalah manusia yang menyamar jadi tikus. Jadi mereka bukan lagi seorang kholifah.” Lanjutnya gelagapan. Semua orang terdiam tapi raut mukanya menandakan bahwa mereka tambah bingung. Unang semakin cemas. Seluruh badannya bergetar, sedangkan seluruh pori-porinya basah mengeluarkan keringat. Pikirannya mulai buyar ke mana-mana. Ia sudah tak bisa lagi berpikir normal seperti biasa. Para penonton dan pendukung kembali bergemuruh membisikkan sesuatu. Pikiran Unang semakin secara emosional kemarahannya semakin meningkat. Akhirnya dengan reflek ia mengatakan, “G

