SEORANG PENULIS

1611 Kata

 Setelah shalat maghirb di masjid. Kami bergegas untuk pergi ke rumah Heru. Baru kali ini aku ke rumahnya malam-malam. Biasanya, aku ke sini pagi hari waktu main. Sekaran suasananya pun berbeda karena malam. Lampu-lampu menyala di setiap ruangan. Belum lagi tambahan lampu-lampu hias yang sangat cantik. Membuat rumah tersebut tampak terlihat megah dan bercahaya. Sesampainya aku di sana, makan malam sudah hampir siap. Bi Idah masih sibuk denga perabot dapurnya. Aku diajak dulu ke kamar Heru olehnya. “Aku belum tahu bagaimana ayahmu.” Ucapku. “Iya, makannya sekarang kamu akan tahu.” Sahutnya singkat. “Sebentar lagi ayah datang. Soalnya, makan malam sudah hampir siap.” “Ibumu kapan pulang?” “Mungkin sepuluh bulan lagi. Katanya ia akan pensiun, jadi nanti ibu akan berada di rumah seha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN