Pidatonya yang lugas, panjang dan sangat berisi itu tak ia tulis dalam secarik kertas. Nampakna, ia sudah hafal dengan apa yang akan ia bicarakan di hadapan para pendukungnya. Pengalamannya menjadi Bupati empat tahun sebelumnya sudah menjadikannya pandai berbicara di hadapan umum. Saat kakinya mulai menginjakkan panggung, sorak dari para pendukung tak berhenti sampai ucapan salam pembuka pidato dilantunkan. Setelah Unang menuruni panggung, di sanalah Dadang dan Greg berada. Ia mulai mendekati Unang dengan jarak yang biasa. Unang langsung dikerumuni oleh para pendukungnya. Sedangkan asistennya menghalanfi semua pendukung yang akan mendekatinya. Karena Unang akan segera pulang. Ia berjalan menuju mobilnya di samping jalan yang pintunya sudah terbuka. Tiba-tiba, sebelum melangkah ke pin

