Perutku benar-benar terasa sangat sakit. Kepalaku mulai pusing. Selurjh badanku lemas terkapar. Pnadanganku sudah kacau. Semua yang kulihat berbayang menjadi dua. Aneh sekali. Kepalaku berputar seperti motor balap yang sedang balapan di sirkuit. “Tok, tok, tok!” Seseorang mengetuk pintu depanku. Aku tak bisa menjawabnya. Aku terlalu lemah untuk menjawabnya. Aku tak punya tenaga lagi, apalagi untuk berdiri dan berjalan menemui pnegetuk lintu. “Tok, tok, tok!!” pintu berbunyi lagi. Siapakah gerangan? Ada perlu apa dia datang ke rumahku? Apa jangan-jangan, pengetuk pintu itu adalah penagih hutang? Apa dia akan menagih bayaran listri? Air? Atau ia adalah perampok yang memanfaatkan kondisiku saat ini? Hancur sudah hidupku. Tak ada lagi hang bisa kupertahankan. Mati saja. Takapalah. Wah

