"Aku lihat beberapa hari ini kamu banyak melamun dan selalu terbangun di tengah malam hanya untuk menatapku. Ada apa?" tanya Syakila, setelah menangkap pergelangan tangan Alvin yang ingin merapikan anak rambutnya. Sudah cukup rasanya Syakila mendiamkan Alvin beberapa hari ini. Ia juga merasa tidak enak hati karena Alvin menatapnya diam-diam. Seakan ada masalah yang ingin disampaikan tapi, tidak mampu diucapkannya. Alvin menggeleng cepat. "Tidak kenapa-kenapa. Aku hanya terbangun dan tiba-tiba saja ingin menatapmu. Tidak lebih." Masih belum menemukan keberanian, Alvin berkilah. Tidak tahu sampai kapan, yang jelas ia belum siap untuk mengakui itu semua. Meskipun ia sudah merindukan sosok sang istri yang ada di hadapannya. "Aku pikir ada apa. Karena gelagatmu sangat mencurigakan. Seak

