Tiga orang duduk di tengah ruangan dalam gelapnya malam. Suara petir menyambar kilatnya membuatnya cahaya hingga mengenai mereka bertiga, sehingga berbetuk bayangan. Salah stau mereka membawa cerutu, tapi tak di nyalakan malah ditaruh di atas meja. Dua orang yang lain hanya diam menunggu seseorang memberikan instruksi. “Apakah rencana mu berhasil, Co?” tanya orang yang tadinya menaruh cerutu di atas meja. Dia duduk sendirian dekat dengan jendela, lalu bangkit melihat awan yang terus menutupi bulan. “Marco... aku sudah tak bisa menunggu lebih lama lagi,” kata orang itu. “Tuan Mike, anda tenang saja. Dendam itu akan segera terbalaskan,” jawab Marco penuh percaya diri. “Alrich, bagaimana denganmu? Apakah kau akan tetap diam saja, tak bertindak sama sekali. Waktumu terbuang sia-sia.” Mi

