“Eum.” Tara menggeliat dalam tidurnya, ia merasa nyaman saat ia merasakan suhu hangat yang mendekap tubuhnya. Tara melenguh dengan mulut yang menguap lebar, namun matanya masih terus tertutup. “Oh nyamannya.” ucap Tara semakin merapatkan tubuhnya pada tubuh besar Chandra yang belum Tara ketahui. “Ini jam berapa? Kenapa Om belum membangunkan Gue?” Tara mengerjapkan matanya saat tirai putih yang menghalangi sinar matahari, tertiup angin. Tangan Tara melepaskan pelukannya pada benda yang Tara kira adalah sebuah guling sebelumnya. “Oh.” Tara akan merentangkan tangannya, namun ia merasakan tubuhnya terkurung oleh benda berat dan keras. Tara membuka matanya dan matanya melebar, saat matanya terbuka dan di hadapannya terdapat bahu lebar, Tara menoleh. Ia menahan nafas, saat hidungnya bersent

