"Masa kritisnya sudah lewat. Tapi Anda harus benar-benar menjaganya dengan baik Sebab, kita tidak tahu kapan putri Anda akan drop seperti sebelumnya. Jangan sampai hal seperti ini, terjadi kembali!" "Saya mengerti. Aneh sekali, padahal sebelumnya Sarah tampak baik-baik saja dan terlelap." Terdengar suara ayah yang bingung dengan situasinya. Rupanya, mentari pagi menyinari ruang perawatan. Ia masuk dari sela-sela jendela kamar dan berhasil membuatnya merasa hangat. Ini seperti sentuhan jari jemari ibu, walau berasal dari dimensi yang berbeda. Tanpa diduga, kak Sarah bangun dan duduk. Saat ini, ia ingin memperlihatkan kalau tubuhnya kuat di hadapan semua orang. Ia juga menunggu dokter visit masuk, ke ruangan untuk memeriksanya. Perlahan, ia menarik napas dalam dan panjang. "Sarah, sebaik

