Tumbal Yang Sempurna

1301 Kata

Setelah kejadian malam tadi, aku bangun lebih dulu. Sekitar pukul 04.00 WIB dan kak Sarah masih terlelap. Tanpa ia sadari, aku terus saja menatap dirinya yang tampak lelah dan terluka. Tiba-tiba saja, kejadian malam tadi, terulang di mataku. 'Ternyata, kak Sarah sangat garang jika sedang menghadapi sosok astral. Tapi, ketika di depan rumah sakit. Kak Sarah tidak sekeras itu. Lalu siapa gadis cilik yang ia panggil dengan nama Tania?' Tanyaku tanpa suara. Kak Sarah mengernyitkan dahi, aku memutuskan untuk kembali berbaring dan pura-pura masih terlelap. Sebab, aku ingin tahu tentang apa yang akan ia lakukan. Setelah duduk dan merenggangkan tubuh, ia tampak berjalan ke arah dapur. Awalnya aku ingin mengikuti, tetapi ragu. Ternyata kak Sarah kembali dengan cepat. Lantas, ia mengenakan mukena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN