Ayah Membunuh?

1007 Kata

Setelah mendengar perkataan dan penjelasan petugas kamar mayat tersebut, aku melihat kak Sarah terdiam dalam posisi berdiri. Matanya bergerak ke sana kemari karena sangat kebingungan. "Jadi, yang semalam itu ... semuanya hantu?" gumam kak Sarah dengan suara yang hanya terdengar oleh telingaku dan dirinya sendiri. "Oh iya, Pak. Maaf sudah mengganggu dan silahkan lanjutkan aktivitas Bapak." "Iya, Mbak. Kalau begitu, saya permisi." Aku melihat kak Sarah mundur beberapa langkah ke belakang hingga punggungnya menabrak tembok, lalu ia terduduk lemas dalam diam, sembari memahami kejadian tadi malam. 'Jika dikaitkan dengan yang sudah-sudah. Biasanya, ini adalah petunjuk. Sebenarnya, penampakan semalam nyata atau tidak? Sebab, kepalaku terbentur dan itu berarti buruk.' Kak Sarah kembali bertan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN