Hidup itu seperti grafik yang terus saja naik-turun. Hingga titik ini, sama sekali tidak ada perjalanan yang mulus. Seperti perputaran bumi, terkadang kita menikmati pagi, lalu merasakan malam. Terkadang kita berada di atas, kemudian dengan mudahnya kita terjatuh dan ada di bawah. Setiap manusia diberi cobaan yang berbeda-beda. Tuhan akan selalu menguji karena ingin tahu, seberapa kuat jiwa kita menghadapi dunia yang kejam dan mengerikan ini. "Ayah ... aku lelah," gumam kak Sarah kepada ayah, dengan suara yang manja, sambil membenamkan wajah di lengan kanan ayahnya. "Ayo keluar dari sini, Sarah! Lagi pula, kamu juga harus menenangkan diri, bukan?" Kak Sarah mengangguk tanpa suara. Kemudian keduanya keluar dari ruangan yang menyeramkan tersebut dengan wajah layu. Sembari menunggu kak

