Setibanya di rumah sakit, aku langsung menuju ke ruang ICU dan polisi yang sejak tadi selalu bersama, masih mendampingi hingga aku tiba di muka pintu. Mungkin ia takut jika ada hal-hal aneh menyambangiku. Apalagi, ini adalah rumah sakit. Tempatnya orang-orang kehilangan nyawa atau justru sembuh dengan sempurna. Ternyata, Sarah dan Rio sudah menunggu dan mereka tidak hanya berdua. Ada perempuan lain yang sebaya dengan mereka dan tampak memiliki aura berbeda dengan Sarah. "Kak Sarah!" sapaku santun dalam balutan senyum karena akhirnya dia datang dan itu artinya, dia menepati janji untuk dan memang ingin membantuku. "Senang banget lihat Kakak di sini," ucapku dengan mata berkaca-kaca. Sarah tersenyum lembut seperti biasanya. "Tentu saja aku akan kembali karena sudah berjanji kepadamu. Man

