Surat darinya

1118 Kata

Rumah menjadi sepi seolah tidak berpenghuni. Alex tidak pernah bicara setelah kepergian Mia satu bulan lalu, begitu pula dengan Bi Mar. Mereka seolah memiliki dunia sendiri, sementara Laras terjebak diantara mereka sebagai orang baru yang tidak lagi memiliki teman. Jika setiap harinya ada Mia yang selalu menanyakan hal-hal kecil sebagai bentuk perhatian, kini sudah tidak ada. "Mau makan sekarang, Mbak?" Tanya Bi Mar, saat Laras keluar dari kamarnya. "Nanti saja, Bi." "Kalau sudah mau makan panggil saja, nanti saya panaskan lagi." Laras menganggukan kepalanya berbagai jawaban. Nyatanya bukan hanya Alex yang mengalami fase mogok bicara, Bi Mar pun sama. Wanita paruh baya itu seperti seorang Ibu kehilangan anaknya. Tidak ada semangat, bahkan aura kesedihan terlihat jelas di wajah Bi M

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN