PERTEMUAN KELUARGA

1210 Kata
Sebuah restauran besar berada dihadapan Ryn. Cewek itu dan keluarganya sudah berada di restauran yang akan tempat pertemuan kedua keluarga itu. "Mam?, ada wartawan disana" Ucap Ryn kepada mamanya yang berada disampingnya. Yoona menoleh ke Ryn dan melihat wartawan yang dibilang Ryn. "Biasakan dengan kamera, sayang" Balas Yoona. Ryn menghela napasnya. Benar, ia harus segera membiasakan diri dengan kamera. Apalagi ketika nanti berita tentang perjodohan ini tercium media. Ryn mengalungkan tangannya ke David untuk mencoba menenangkan dirinya. David menoleh ke adiknya itu, "Kenapa?" Tanya David. "Kamera" Jawab Ryn David menggelengkan kepalanya, "Gak apa-apa" Mereka berjalan masuk kedalam restauran. Seorang wartawan langsung menghampiri keluarga Wisnu dan memberikan pertanyaan. "Apa benar, anak perempuan anda akan dijodohkan?" Tanya seorang wartawan Ryn mengeratkan tangannya, ia menunduk untuk menutupi kilat cahaya dari kamera yang memfotonya. "Oppa, ayo masuk. Ryn risih"Ucap Ryn. David yang mengerti langsung membawa Ryn masuk kedalam. "Ah, itu belum pasti"Balas Wisnu sambil menggandeng tangan istrinya. Dan berjalan menuju dalam menyusul dua anaknya yang sudah masuk. Mark?, cowok itu jangan ditanya lagi. Sudah jalan sendirian, dan hanya diam saja. Tanpa berkata apa - apa. Jomblo sich diem aja. Wisnu, Yoona, dan Mark masuk kedalam. Mereka mengampiri dua anaknya, ralat, hanya Wisnu dan Yoona, bukan anaknya Mark. Yang berdiri di dekat meja. Ryn masih mengalungkan tangannya ke David, bahkan banyak mata yang menatap mereka dengan kagum. Dan juga terkejut melihat anak perempuan yang ternyata dimiliki Wisnu. Karna selama ini keberadaan Ryn memang tidak pernah diberitakan. "Ryn, boleh pulang gak sich?"Gumam Ryn. Mark yang ternyata mendengar gumaman kakaknya itu menoleh dan tertawa pelan. "Pulang tinggal pulang" Ujar Mark. Menggoda kakaknya. Sambil senyum senyum.... Ryn menoleh ke Mark. Dan menatapnya tajam, dengan bodoamat, Ryn tidak membalas balasan dari Mark karena tidak ingin bertengkar di restauran ini. Wisnu dan Yoona berjalan terlebih dahulu, diikuti dengan ketiga anaknya yang berada dibelakang mereka. Wisnu dan Yoona menghampiri meja yang berada ditengah, meja yang bersikan wanita dan pria yang seumuran dengan Yoona dan Wisnu. "Selamat malam" Wisnu menjabat tangan rekannya. Park Sehun, rekannya sekaligus orangtua dari anak yang ingin dijodohkan dengan Ryn. "Akhirnya kalian datang" Ucap Krystal. Yoona memeluk Krystal ala ibu - ibu yang bertemu gitu. Biasalah. Cipika Cipiki. Dan ada seorang cowok yang umurnya sekitar 22 tahun. Persis seperti David tampilannya, membuat Ryn menatap cowok itu dengan hati - hati. "Dia yang mau dijodohin, sama aku?"Batin Ryn. Cowok itu menyalami Wisnu dan Yoona dengan sopan. Mark juga menyalami orangtua cowok itu dan juga cowok itu. "Kamu Ryn?"Tanya Krystal. Ryn langsung melepas rangkulan tangannya dan menyalimi Krystal dan juga Park Sehun. David juga mengikuti apa yang seharusnya ia lakukan. "Apa kabar?"Tanya David ke cowok itu. Ryn menatap dua manusia yang sedang mengobrol dengan bingung, David sudah kenal dekat dengan cowok itu?. Yang dilakukan Ryn hanya tersenyum melihat cowok itu. Cowok itu juga membalas senyuman Ryn. Ryn ingin terbang ketika melihat senyum cowok itu. Ya Tuhan, Ryn baper. "Tutupin baju kamu"Bisik Mark ke Ryn. Ryn langsung menutupi bajunya dan duduk dengan normal kembali. Ngomong -ngomong, Mark perhatian banget ya. Mereka menyantap makanan malam yang disajikan pelayan. Meja mereka sangat hening, karena mereka sudah terbiasa makan dengan keadaan seperti ini. Setelah selesai makan malam. Mereka mulai berbincang - bincang, tentang perjodohan yang akan direncanakan kedua orangtua itu. "Oppa?, Ryn pengen s**u coklat. Ada gak disini?"Tanya Ryn pelan. David mengangguk dan memanggil pelayan. "Minta s**u coklat 1" Pelayan itu mengangguk dan pergi dari hadapan David. "Kamu pesan untuk siapa?"Tanya Yoona. David menunjuk Ryn yang berada disebelahnya. Yoona mengangguk mengerti. "Jadi bagaimana?, "kalian sudah siap?"Suara Park Sehun membuat Ryn menatap pria itu. Dan terdiam. "Bagaimana, Jinyoung?"Tanya Park Sehun ke anaknya karena Ryn hanya diam. "Terserah Papa dan Mama saja" Oh iya namanya JINYOUNG. PARK JINYOUNG lengkapnya. Keturunan Indonesia Korea. Papanya Park Sehun berasal dari Korea. Dan Mamanya Krystal berasal dari Indonesia. Ryn hanya mendengar tanpa berkata apa - apa, lidahnya terasa kaku untuk menjawab pertanyaan itu. Mark menyenggol lengan Ryn agar tidak terlalu kaku. Ryn mengangguk. Entah apa yang dianggukan Ryn, yang penting dirinya mengangguk saja. Seakan ada jawab dari dirinya. "Kalian akan menikah bulan depan" Tambah Park Sehun. Duar! Jeder! Seperti ada bom yang baru saja meledak dihadapan Ryn. Ingin rasanya Ryn berlari menjauh dari kursi yang didudukinya. Bulan depan?, apa itu tidak terlalu cepat untuk mengenal satu sama lain?. Lagi pula Ryn harus masih kuliah. Tapi, kalau boleh jujur. Ryn jadi pengen cepet - cepet. Cepet - cepet nikah maksudnya. "Papa akan beri waktu untuk mencoba kalian berdekatan" Ujar Wisnu kepada Ryn dan Jinyoung. Jinyoung. Cowok itu hanya mengangguk setuju, begitupula dengan Ryn. Tak apalah menikah bulan depan, sama Jinyoung lagi. Berkah banget hidupnya. Bercanda ya elah. Seorang pelayan menghampiri meja mereka sambil membawa gelas yang berisikan s**u coklat. Senyum Ryn mengembang melihat s**u coklat kesukaannya. "Terima kasih" ucap Ryn sambil tersenyum. Ryn buru- buru meminum s**u coklatnya karena dirinya sudah merasakan haus yang luar biasa, setelah mendengar kata menikah bulan depan. Tanpa memperdulikan tatapan orang - orang yang berada dimeja membuat Ryn tidak sadar bahwa Jinyoung dari tadi menatapnya. "Kamu diliatin, sama Jinyoung tuh"Bisik Mark. Ryn langsung mendongak dan menatap Jinyoung. Mata mereka bertemu, buru - buru Ryn menatap Mark dan melotot. "Uuu. Pipinya merah" Kata Mark kembali meledek kakak tersayangnya. Ingin rasanya Ryn memukul Mark sekarang juga. Mark ini sebenarnya sangat nyebelin bagi Ryn, kakaknya saja sering di jailin, apalagi kalau nanti ketika punya pacar. Mark sudah diputusin gara - gara kejailannya mungkin. Jinyoung tersenyum kecil menatap Ryn yang salah tingkah tersebut. Dengan poni yang menutupi sebagian wajah Ryn membuat Jinyoung ingin segera menikahinya. Sabar, Jinyoung. Tahan dulu. Jangan buru - buru. Nanti keburu tamat ceritanya... **** Setelah pulang dari restauran. Sengaja Jinyoung disuruh mengantarkan Ryn pulang, perkenalan awal. Jinyoung dan Ryn berada di dalam mobil, mereka berdua terpaksa pulang berdua karena disuruh oleh kedua orangtua mereka. Ryn hanya diam tanpa berbicara sedikit pun. Entah kenapa rasanya sangat aneh ketika dekat dengan Jinyoung. Dan Jinyoung juga terdiam. Karena fokus menyetir, ditambah hari sudah semakin gelap yang mengharuskan Jinyoung fokus agar tidak terjadi Kecelakaan. "Umur kamu seumuran sama David?"Akhirnya Ryn bertanya. Karena Ryn tidak bisa berlama - lama di dalam keheningan. Walaupun dirinya tidak enak mengatakan kata "kamu", karena dirinya tahu bahwa Jinyoung lebih tua darinya. Jinyoung menoleh sebentar, "Iya,"Balas Jinyoung. "Jangan terlalu kaku. Biasa aja ngomongnya"Sambung Jinyoung. Mendengar ucapan Jinyoung, Ryn hanya mengangguk mengerti. Setelah itu Ryn kembali bertanya - tanya tentang Jinyoung karena dirinya sama sekali tidak mengenal Jinyoung. Sekali sekali, Ryn ngomong duluan sama cowok. Ganteng lagi. Mencari kesempatan dalam kesempitan lah, gak apa - apa kan?. Bercanda lagi ini...hihihihi. Mereka berdua mengobrol sampai mobil mereka berada di depan rumah Ryn. Dengan obrolan yang belum selesai, dan kadang tidak jelas. Ryn pamit kepada Jinyoung. "Makasih ya"Ucap Ryn. Jinyoung mengangguk dan tersenyum. Ryn yang melihat senyum Jinyoung lagi - lagi dibuat terbang, ingin rasanya Ryn ikut dengan Jinyoung kemanapun Jinyoung pergi. Ini sich versi alay si Ryn nich. Jinyoung meninggalkan perkarangan rumah Ryn. Mobil Jinyoung sudah menjauh dan Ryn masih berada di depan gerbang, menatap kedepan. Sambil berkata. "Mam, nikahin Ryn besok aja dech" teriak Ryn dalam hati. cie cie...ada yang mulai baper.. **** INI PART KEDUA YA, GIMANA CERITANYA? GAK ABSTRAK KAN?:(( BELOM NIKAH INI, MASIH DEKET - DEKET AJA. TAKUT KALAU BURU - BURU NIKAH ENTAR ITU LAGI. Kalau buru - buru nikah jadi kaku maksudnya(:
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN