Beda keyakinan
Huftt kenapa ya gua suka sama seorang laki laki yang memiliki nama tuhan yang berbeda. Yaa inilah kisah cinta saya yang menyukai laki laki yang berbeda keyakinan denganku.
Kenalin nama aku Echa, aku anak kuliahan biasa jurusan psikologi. Aku punya sahabat laki-laki dari kecil bahkan kami sudah bersama dari jenjang taman kanak kanak. Dia bernama Ervin.
Flashback 12 tahun lalu,
“Ervin, lu janji kan bakal nikahin gua kalo dah gede?” tanyaku.
“Yah, nama tuhan kita beda” ucapnya dengan nada rendah.
“Yah berarti ga bisa ya?” tanyaku lagi.
“Ga bisa” jawabnya.
“Kalo gitu kita sahabatan aja ya sampai kakek nenek” jawabku penuh harap.
“janji ya” ucapnya sambi mengacungkan jari kelingking.
“Janji!”
12 tahun kemudian
Ya ini gua yang sekarang. Persahabatanku dengan Ervin masih terjalin kuat sampai sekarang. Dari dulu aku ingin kuliah di luar negeri, negara yang aku incar adalah Jepang. Tak disangka-sangka aku berhasil untuk mendapatkan beasiswa untuk kuliah di jepang.
Aku segera memberitahu Ervin. “Er, gua kuliah di jepang!!” ucapku dengan semangat.
“Wahh selamat yaa chaa, yahh lu ke jepang gua sendiri deh di indonesia wkwk” jawabnya.
Keesokan harinya aku sudah bersiap siap untuk ke jepang. Aku memasuki pesawat dan melambaikan tangan ke ervin. Aku berkuliah di jepang sekitar 5 tahunan. Kita masih berkomunikasi via whatsaap.
2 tahun kemudian ervin memberikan kabar tak terduga.
“ECHAA!! gua nikah lagi 1 minggu, lu ke indonesia gakk?” ucapnya di telepon.
“Wah dateng dong, masa gak dateng ke nikahan sahabat sendiri” jawabku.
“Okee chaa, lu sahabat gua ter the bestt” ucapnya.
“I-iya”.
Hatiku sedikit tergores mendengarnya namun ku tetap bahagia melihat sahabatku bahagia. Coba saja aku seagama dengannya hiks, ada dua pilihan antara tuhannya atau dia. Aku belum bisa pindah agama oleh karena itu aku tidak bisa menikah dengan ervin.
Beberapa hari kemudian aku akan ke indonesia untuk menghadiri pernikahan ervin. Aku duduk di kursi dekat jendela pesawat. Hmm jadi keinget si ervin mau jadi pilot.
Flashback
“Er, cita cita lu apa?” tanyaku.
“Pilot” jawabnya.
“Wahh keren bisa antar aku ke jepang” jawab echa.
“Haha gemes kamu, tapi aku disuruh gantiin bapak aku kerja di kantoran” jawabnya.
“Yaahh ga bisa dong wkwk” jawabku.
“Oiya, kamu percaya akan adanya kehidupan kedua ga?” tanya ervin.
“Emm kurang tau si” jawab echa.
“Kalo misal beneran, kira kira kita bakalan sahabatan ga ya?”
—
“si echa mana yaa?? harusnya kan sudah sampai” ucap ervin cemas.
Tiba tiba ada berita pesawat jatuh dari tokyo-indonesia. “Emm i-itu ga mungkin pesawatnya echa kan” ucap ervin yang masih berpikiran positif.
“Ada 1 jasad yang telah ditemukan yaitu Echa Naresha Anastashia” ucap penyiar Televisi.
“A-apaa??? Echaaa lu bohong chaa kata lo kita bakal sahabatan sampai tuaa tapi kenapa lo pergi duluan” ucap ervin dengan nafas terengah-engah.
Ervin bergegas menuju bandara. Dengan kecepatan maksimum ia mengendarai mobilnya.
Tiba-tiba BRUKKK!! Mobil ervin terpental. Tubuh ervin terluka parah. Matanya tertusuk kaca mobil. Darah bercucuran. Ia tewas kehabisan nafas. Cerita pun berakhir, jasad Ervin & Echa dimakamkan bersebelahan, mereka masih bersahabat namun di dunia yang berbeda.
---
Kenangan
Kisah kita mungkin memang sudah harus berakhir, tetapi walaupun kisah kita sudah berakhir hal tersebut bukanlah akhir dari semua cerita yang ada di dunia. Bukan hanya tentang aku, kamu dan juga dia yang menjadi peran antagonis dalam cerita kita. Cerita kita mungkin memang sudah berakhir, cerita antara aku dan kamu yang saling mencintai dan saling menyakiti di waktu yang bersamaan.
Tentang kepingan perasaan yang sudah menjalar begitu dalam, dan suatu hari perasaan itu kamu tarik dan hancur berantakan. Perasaan ini, perasaan cinta dan benci yang menjadi satu.
Kisah kita mungkin memang sudah harus berakhir, sudah tidak ada lagi tatapan cinta pada setiap pandangan. Titik akhir dari cerita kita sudah didepan mata, semua mimpi yang kita rencanakan hanya akan menjadi angan-angan yang tidak akan pernah terwujud. Kata-kata tajam serta tatapan yang berubah, mengisyaratkan bahwa hubungan ini harus berakhir.
Tetapi jika aku memilih untuk egois, apakah kamu akan memilihku dibandingkan seseorang yang datang dari masalah lalu?
Sepertinya tidak, karena seseorang yang hadir diantara kita tampaknya ‘lebih baik’. Dia yang datang dari masa lalu membawa cerita lama dan kenyamanan yang kau damba-dambakan.
Dan pada akhirnya cerita yang kita tulis pada setiap paragrafnya, sudah penuh. Tetapi apakah setiap kata yang kita tulis akan hilang? atau akan ditaruh di tempat yang tidak akan pernah terbuka untuk selamanya?
Jawabannya ya, kisah kita selesai. Dan akan ditaruh ditempat bergembok yang sulit untuk dibuka. Dimana hanya pemegang kuncinya yang dapat membuka.
Setiap kata yang kita toreh dalam kisah kita sekarang hanya akan menjadi sebuah kisah yang berada di ruangan antah berantah, kisah yang akan menjadi hal yang menyesakkan. kisah yang tidak dapat terulang.
Mungkin bagimu kisah yang kita torehkan dalam setiap paragraf ini hanya akan menjadi seperti tumpukan koran bekas yang melapuk, dan sewaktu waktu akan hilang atau kamu buang ketika kamu bosan.
Namun bagiku berbeda, kisah ini akan kutulis dengan cara dan sudut pandang yang berbeda. Dari awal cerita ini mungkin kamu sudah mengingatkanku, bahwa hanya ada perpisahan dan tangisan dalam cerita ini.
Memang semua ini salahku yang mencoba untuk memasuki ruang yang berisi, ruangan yang tidak pernah aku tau apa isinya. Ruangan yang menghipnotisku sehingga aku lupa dengan ruangku sendiri.
Hingga aku sadari ruang yang aku miliki ternyata hanya sebuah ruang gelap, hening dan sesak.
Doakan aku, untuk bisa keluar dari ruang sesak yang aku ciptakan ini. Dan aku harap kamu bahagia, dengan pilihanmu. Walaupun rasanya menyakitkan bagiku.