Epic 75

1095 Kata

Akhir Kamu tau? Suaramu tuh kaya lullaby di telingaku,” ucap Ardan menopang dagunya, tersenyum manis. “That’s why aku selalu ketiduran kalau kita lagi teleponan.” “Ngaco,” Aku tersenyum miring. “Emang akunya aja yang ngebosenin, makanya kamu ketiduran, kan?” Ardan menggeleng. “Kamu ngorok aja merdu, tau.” Aku tertawa. “Ngaco! Dih.” Dia adalah Ardan. Pria berusia 26 tahun yang memiliki t**i lalat di pipi kirinya, orang yang hobi sekali mengenakan baju hitam dan sepatu putih, dan orang yang menyukai musik lebih dari apapun. Dia adalah orang yang diistimewakan di keluargaku. Bahkan, sepertinya, posisiku sebagai anak sudah diambil oleh Ardan karena ayah dan ibuku malah lebih menyayangi Ardan daripada aku, anak mereka sendiri. Aku, Indah, wanita berusia 24 tahun yang berambut panjang sepu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN