Chapter 22

1398 Kata

Andre menarikku hingga aku tersaruk-saruk, tidak dapat menyeimbangkan langkahnya juga lututku yang terluka tidak membantu sama sekali. Aku mencoba melepaskan genggaman Andre di pergelangan tanganku, tapi laki-laki yang sekarang di balut amarah tidak menatap aku sama sekali. Karena langkahnya terus tertuju kearah apartemennya. Andre menekan kode yang ada di pintu, langsung membuka apartemen dan mendorong aku masuk lalu dengan cepat dia mengunci pintu apartemen dan sekarang berbalik menatap aku dengan mata hitam yang membuat aku menatap sebal kearahnya. "Kita bisa lakukan ini nanti Andre, aku benar-benar harus pergi sekarang." Aku mencoba menerobos tubuh yang menghadangku tapi Andre meraih pinggangku dan malah membawa aku kembali ke depannya. "Kamu mau kemana?" "Bukan urusan kamu." "Lu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN