Chapter 20

1501 Kata

Aku meletakkan tas di kursi kosong yang ada di sebelahku. Menatap sosok yang sampai sekarang membuat aku bertanya-tanya, apa yang membuat dia yang tidak aku kenal juga tidak mengenalku menghubungi dan meminta bertemu? Aku memang patut curiga, tapi saat dia mengatakan ingin bicara sesuatu yang penting dan meminta bertemu di kafe dekat apartemen sudah tentu aku tak mampu menolak. Jelas dia tidak akan menyakiti aku, terlihat dari dia yang meminta bertemu di tempat umum. Juga atas dasar apa dia harus menyakiti aku? Seperti ucapku sebelumnya, kami tidak memiliki alasan untuk saling mengenal, bukankah begitu juga dengan saling menyakiti? Dia memiliki hubungan dengan orang yang tidak aku miliki urusan di dalamnya, begitu juga sebaliknya. Intinya kami hanya berhubungan karena pasangan kami yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN