Alea menggeleng. "Aku emang aslinya jelek kalau dibandingkan Ana itu!" Astaga, lagi-lagi Ana. Jeje makin heran. Hubungan dirinya dan Anastasia hanya sebatas teman, tapi tidakkah Jeje sadar bahwa Lea juga bisa merasa cemburu? Sepertinya Jeje tidak menyadari hal itu. Terbukti, sejak tadi ia hanya sibuk menggandeng tangan Lea yang bahkan begitu lemas, tidak bersemangat untuk berjalan-jalan di pinggiran pantai. "Sayang, ayolah. Saya dan Ana hanya berteman." "Mas, aku mau kembali ke hotel." Jeje mengerutkan kening, merasa aneh dengan Alea yang diam saja sejak tadi. Lalu sekarang dia malah meminta kembali ke hotel? Jadi Alea benar-benar marah karena Ana. "Kenapa? Kamu, sakit? Gak mungkin karena Ana kamu marah sama saya kan, Lea?" "Enggak." Aleandra menggeleng. "Cuma nggak mood jal

