Kini Ratni telah sampai di rumah sakit. Hal yang pertama ia lakukan adalah pergi ke ruang UGD karena tubuhnya sudah tidak kuat menopang, ia menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil terus memegang dadanya dan juga buku hasil tulisannya. Para suster berbondong- bondong mendatangi kembaran Ratna itu sambil menunggu dokter. Pram baru saja sampai setelah di beritahu oleh bawahannya. "Ratni..." ucap Pram sambil memeriksa Ratni. Bibirnya bewarna ungu tubuhnya pucat dan membengkak. "Sadarlah..." ucap Pram sambil memeriksa denyut nadinya. "Perawat pakaian ia oksigen dan jaga pernafasannya agar tetap stabil..." perintah Pram. Pram berlari sangat cepat menuju ruangan Aika dan Adrian. Sedangkan Ratni tengah di bawa ke ruang Icu. Ardi dan Ratna kaget saat Pram masuk begitu saja. Brakkk!!!!!

