Setelah mengucapkan kata-kata tersebut, Ica masuk ke dalam kamarnya. Di masukkannya baju-bajunya ke dalam tas ransel usang miliknya. Sambil memasukkan baju-bajunya, air mata terus mengalir membasahi pipinya. Ia merasa sangat berat untuk meninggalkan Lili. Namun, kalau tetap bertahan Ia takut dengan hatinya yang akan semakin terluka. Karena harus diakuinya kalau Ia telah jatuh hati dengan tuannya. Bude Karsimah masuk ke dalam kamar Ica, dilihatnya Ica yang sedang berkemas. “Apakah Kau akan berpamitan dengan tuan Greg dan nona Lili?” tanya Bude Karsimah. “Tidak. Aku merasa tidak akan sanggup untuk berpamitan dengan nona Lili, Aku sangat menyayanginya Bude,” ucap Ica dengan suara lirih. “Sementara itu, Aku juga merasa takut untuk berpamitan dengan Tuan Greg, Bude. Aku takut, Tuan

