Berbeda dengan Darren yang hampir kehilangan kewarasannya, Tania malah asyik berbincang di telepon bersama Raka. Wanita itu bermanja, hatinya berbunga-bunga apalagi Raka baru saja mengirimi uang. "Lusa aku ulang tahun, Sayang. Kira-kira ... hadiah apa yang aku dapatkan darimu?" tanya Tania. "Kamu mau minta apa, Tan? Aku sudah mendapatkan semua fasilitas di sini, uangku juga banyak. Kakek ternyata baik, nggak sejahat yang ku kira saat mengajakku ke Jerman," sahut Raka dari seberang telepon. Tania berbinar bahagia mendengarnya, itu artinya jatah bulanannya akan bertambah semakin banyak. "Kemarin aku lihat kalung berlian keluaran terbaru, Sayang. Sepertinya aku akan cantik memakainya," kata Tania. "Nanti kamu pesan, ya. Aku transfer." Tania tersenyum lebar. "Terima kasih, Sayang." Samb

