47. JERITAN HATI

2034 Kata

MATI-MATIAN Faren menahan suara tangisnya agar tidak terdengar oleh mamanya yang tertidur pulas di sampingnya, selain itu Faren juga tidak mau mengganggu penumpang kereta lainnya. Hari sudah menjelang tengah malam, di dalam bangku kereta api, Faren terus terisak tanpa henti. Dadaanya sangat sakit seolah diremas begitu kencang, napasnya tersengal, pandanganya mengabur karena cairan bening yang berkumpul di pelupuk mata. Matanya juga terlihat sembab. Mengingat hal itu membuatnya semakin hancur. Faren membekap mulutnya. Kenapa takdir tidak berhenti mempermainkannya? Faren tidak kuat, ia hanyalah manusia lemah. Faren tidak sanggup menahan beban terlalu besar, tubuhnya terlalu ringkih untuk diberikan semua rasa sakit ini. Pipinya yang mulus kembali dialiri air matanya, disusul oleh tetes-

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN