53. MENUNGGU

1905 Kata

DARI Vina, Faren sudah belajar menumis kangkung yang enak dan menggoreng tempe. Pukul delapan malam, makanan itu sudah terhidang di meja makan. Faren sudah mencicipi masakannya, rasanya tidak buruk. Setidaknya masih bisa dimakan walaupun tentu saja masakan mamanya yang paling juara. Sebentar lagi, mamanya pasti sudah pulang. Faren duduk di kursi, menunggu Vina pulang dari kerja lemburnya. Cewek itu tersenyum, menatap hidangan yang tersaji di meja. Ia tidak sabar masakannya ini dicicipi oleh mamanya. Sepuluh menit berlalu, Vina belum muncul juga. Namun, Faren masih tetap bertahan duduk di kursi dapur. Keheningan malam membuat Faren tiba-tiba diserang oleh rasa kantuk. Cewek itu menguap, padahal ini belum terlalu malam untuk tidur. Dua puluh menit kemudian, mamanya belum muncul juga. F

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN