Bab. 24 - Pertanggungjawaban

1443 Kata

Aku sadar dengan kesalahanku. Sebagai laki-laki aku tak ingin lari dari tanggung jawabku. Tapi, bisa kah aku menjadi satu sosok untuk dua hati berbeda sekaligus? Aku hanya manusia biasa... dan aku nggak yakin dengan hal ini.. - Suara Hati Pras - *** Sore hari sekitar pukul empat, Pras baru saja tiba di Balikpapan. Ibunya sudah menunggu di teras rumah. Sementara Hesti sedang di kamar menyusui bayinya. "Gimana keputusanmu, Pras? Kapan mau ceraikan Dahlia?" "Kenapa Ibu bertanya seperti itu? Kan sudah saya katakan berulang kali, saya nggak akan pernah menceraikan Lia. Sampai kapan pun." "Tapi dia sudah janji mau melepaskan kamu dan merelakanmu kembali ke istri sahmu." "Bu, tolong Ibu lihat dulu ini." Pras menyodorkan ponselnya. Menunjukkan foto dirinya bersama Pram yang tak seng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN