"Setelah beribu usaha dilakukan untuk menarik perhatiannya, lantas jika tak terbalas, kemanakah rasa kecewa dan sakit ini harus ku bawa?" *** Spica Aku terdiam menatap balkon kamar Kak Bara yang masih menampakkan sosok Kak Bara bersama Tante Aurel yang sedang bertukar cerita. Tawa bahagia dan raut bingung Kak Bara yang ku lihat pasti bukan untukku, dan hal itu semakin menyakitiku. Aku masih kesal kepada Kak Bara dan Kak Adit yang berbohong padaku beberapa hari yang lalu. Mereka berkata akan pulang telat karena kegiatan di sekolah, nyatanya ketika aku mencoba menunggu mereka dan balik ke gedung SMA sepulang sekolah, mereka tidak ada di sana. Aku sudah bertanya kepada para anggota OSIS atau anak-anak yang masih melakukan kegiatan ekskul basket, namun mereka berkata bahwa Adit dan Bara tid

