Jika bisa mendaki Gunung Everest untuk mengungkapkan betapa bahagia dan bersyukurnya aku, pasti akan kulakukan. Aku tak pernah bisa lebih bahagia lagi sekarang. Setelah apa yang sudah terjadi dan kemungkinan besar hampir membuatku kehilangan calon anakku, ternyata Tuhan menunjukkan kuasa-Nya. Anakku baik-baik saja. Tuhan memberikanku kesempatan kedua untuk terus menjaganya sampai dia dilahirkan ke dunia. Jika ditanya hal apa yang membuatku merasa sangat bahagia setelah bangun dari tidur, maka aku akan menjawab wajah suamikulah yang pertama kali kulihat saat kubuka kedua mata ini. Ya, Athayalah yang kulihat saat pertama kali aku tersadar. Hal itu diam-diam membuat hatiku begitu membuncah karena terlalu bahagia. Dengan penuh kehati-hatian, Athaya mendorong kursi rodaku menuju ke ruangan Do

