TSURAYYA -62-

1640 Kata

[My Hubby : Aku udah selesein semuanya. Kita bisa hidup dengan tenang. Aku, kamu dan anak kita.] Deretan pesan yang baru saja dikirimkan Athaya membuatku duduk termenung dengan layar ponsel yang masih menyala. Aku merasa lega dengan apa yang baru saja disampaikannya, namun sekaligus merasa takut. Apa kami benar-benar sudah bisa tenang menjalani kehidupan ini? Apakah boleh merasa bahagia dengan ini semua? Tidak terlalu awal bukan? “Mbak ... Mbak Ayya kenapa? Kok melamun, tho?” Bik Inah menepuk pundakku dan menyodorkan sepiring pisang goreng yang tadi sempat kuminta. “Ini pisangnya sudah matang. Dimakan dulu.” “Makasih banyak ya, Bik.” Kutatap pisang goreng di atas piring yang masih begitu mengepul. Bik Inah memberikan selembar tisu yang bisa kugunakan sebagai alas untuk mengambil pisang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN