“Lo udah dapet informasi lebih jelas soal motor itu, Dhik?” tanyaku pada Andhika. “Lo bisa tanya langsung ke Bang Carlo, Bang. Sengaja gue ajak Bang Carlo ke sini biar lo bisa denger dari mulutnya dia langsung.” Sengaja kuminta Andhika untuk datang ke rumah agar Tsurayya bisa mendengar seluruh penjelasannya secara langsung. Andhika tak datang sendirian. Dia datang bersama dengan orang yang memperkenalkan dirinya dengan nama Carlo Montana. Entah itu nama aslinya atau bukan. Carlo Montana adalah seorang detektif swasta yang disewa Andhika untuk membantu kami menyelesaikan perkara ini. Pria bertubuh subur, kulit cokelat dengan tato di beberapa bagian dan rambut keriting yang diikat rapih memberi kesan sangar—Carlo Montana menyodorkan beberapa lembar kertas berisikan hasil penyelidikannya.

