Aku masih memandang tak percaya ke deretan pesan yang dikirimkan Natasha di ponselku. Apa yang telah terjadi padanya? Hampir satu bulan kami tidak berhubungan, apalagi bertemu, tiba-tiba dia muncul dengan deretan pesan yang membuatku sangat terkejut. [Natasha : I’m sorry for all the things I’ve done. Aku salah. Aku minta maaf, Athaya.] [Natasha : Tolong jangan hukum aku kayak begini. Hampir satu bulan kita nggak komunikasi. I miss you.] [Natasha : Kita ketemu, ya.] Dia rela menjatuhkan egonya dan mengalah? Sebenarnya, perasaanku padanya sudah tak menggebu sama sekali. Posisinya di hatiku semakin tergeser dengan adanya Tsurayya dan calon anak kami. Entahlah. Aku pun tak yakin apakah perasaan yang kurasakan padanya masih bisa disebut cinta? Layaknya seorang calon ayah yang sedang menant

