Lantai kristal di *Jantung Glitch* bergetar hebat saat sebuah ledakan aura hitam pekat menyapu debu dan uap panas di sekitar altar. Kinry, yang seharusnya sudah tak berdaya, memaksakan tubuhnya untuk bangkit dengan gerakan yang tidak alami. Tulang-tulangnya berderak, dan uap hitam keluar dari pori-porinya seperti pembuluh darah yang pecah. Ia bukan bangkit karena sihir penyembuhan, melainkan karena kemarahan murni yang melampaui batas sistem. Koin hitam di tangannya bersinar merah darah, menyedot sisa-sisa vitalitas terakhirnya hanya untuk satu tujuan: interupsi. "Lepaskan... tanganmu... dari dia, Aries!" Suara Kinry bukan lagi geraman, melainkan teriakan parau yang mengandung keputusasaan yang begitu dalam hingga membuat udara di sekitar mereka terasa berat. Dengan satu hentakan, Kinry

