27. Konfrontasi Emosi

1384 Kata

Kinry terbangun dengan sentakan hebat. Jantungnya berdegup kencang, sebuah firasat buruk mencengkeram dadanya lebih erat daripada racun paralisis mana pun yang pernah ia rasakan. Ia menoleh ke samping, tempat biasanya Terea duduk berjaga atau sekadar memberikan senyum penenang yang selama ini ia anggap sebagai gangguan, namun diam-diam ia rindukan. Tempat itu kosong. Alas duduk dari kain usang yang biasa Terea gunakan masih menyimpan sedikit sisa kehangatan tubuh wanita itu, namun sosoknya telah lenyap. "Terea?" panggil Kinry, suaranya parau dan bergetar. Tidak ada jawaban. Hanya desisan statis dari wilayah *glitch* yang terdengar seperti tawa ejekan dari kejauhan. Kinry memaksa tubuhnya yang masih lemas untuk berdiri. Ia menggeledah tasnya dengan panik, mencari sesuatu—apa saja—yang bi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN