"Emang kamu ngerasa tergoda?" Pertanyaan menohok dari Ghibran seketika membuat Yasmin tertegun beberapa saat. Ah, rasanya dia menyesal sekali mengatakan itu. Pasti Ghibran berpikirnya lain, tidak sama dengan yang dia pikirkan. "Terserah!" ketus Yasmin tidak ingin terlalu ambil pusing. "Kamu lucu." Ghibran sedikit terkekeh. Entah kenapa Yasmin terlihat sangat menggemaskan ketika sedang marah seperti itu dan dia menyukainya. Itulah alasan kenapa dia sering kali menggoda sang istri. "Aku harus segera selesain kerjaan ini, kalau enggak aku bisa dipenggal hidup-hidup sama kekasihmu itu," lirih Yasmin dengan tatapan yang fokus ke layar laptop. Hal itu sontak membuat Ghibran terbelalak, tidak mengerti dengan ucapan Yasmin kali ini. Kekasih? Kekasih siapa yang dimaksud Yasmin? Begitu p

