Yasmin meninggalkan kediaman secepat mungkin. Napasnya kian memburu dengan detak jantung yang memacu. Bagaimana tidak? Dia berjalan kurang lebih 200 meter dari rumah. Berjalan dengan langkah tergesa-gesa. Ah, semua ini karena hijab itu. Sial. Seharusnya dia terima saja tawaran dari sang suami untuk mengantarnya ke Majlis Taklim. Berlagak tidak butuh, akhirnya dia sendiri yang kewalahan mengejar waktu. Sungguh memalukan jika datang terlambat di hari pertama mengikuti acara rutinitas ibu-ibu kompleks. Setelah cukup jauh dari rumah, wanita itu menghentikan langkahnya sejenak, tepat 5 meter menuju majlis. Meraup udara dengan rakus seolah-olah pasokan oksigen telah menipis di dalam paru-parunya. "Bu Yasmin!" tegur Bu RT menepuk pundak Yasmin dengan tiba-tiba. "Arrgh!" Jerit Yasmin sedikit

