Menghapus Jejak

1010 Kata

Yasmin dengan refleks menoleh ke arah Ghibran, sambil memegang pipi sebelah kanan. Matanya membulat dengan ekspresi yang memberengut. "Iiih ... apaan, sih, kamu?" geram Yasmin seraya memukul paha sang suami. Bukan marah, Ghibran justru mengulum senyum melihat aksi sang istri. Ah, pasti Yasmin sangat kesal padanya. Namun, masa bodoh. Yang penting dia senang karena sudah bisa memangkan sesuatu yang tidak pernah didapatkan selama menikah. "Gemas aku jadinya sama kamu," ucap Ghibran dengan begitu santai. "Pokoknya aku enggak ikhlas kamu udah nyuri ini dari aku!" tegas Yasmin sambil menggosok-gosok pipinya dengan kasar hingga sedikit memerah. "Nyuri apa?" bisik Ghibran dengan nada sensualnya. "Ish, aku marah!" bentak Yasmin seraya memalingkan wajahnya ke depan, tanpa melepas tangan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN