Undangan Pengajian

1549 Kata

"Ini kopinya," ucap Yasmin datar seraya meletakkan secangkir kopi dan sepiring biskuit di atas meja yang berada di ruang tamu. Ghibran yang sedang duduk sambil membaca surat kabar pun, seketika menghentikan kegiatannya, melirik sejenak ke arah Yasmin sambil tersenyum simpul. "Terima kasih, Sayang," ucapnya lirih yang sontak membuat jantung Yasmin bergemuruh seakan-akan tengah perang di dalam sana. 'Enggak usah panggil aku kayak gitu juga kenapa, sih? Bikin orang kikuk aja,' gumam Yasmin dalam hati dengan ekspresi yang jelas terlihat salah tingkah. Tidak ingin berkomentar dan memperpanjang, dia memutuskan untuk diam saja dan beranjak dari tempat itu, berniat hendak keluar rumah. Percuma juga melayangkan protes yang tidak ada gunanya sama sekali. Karena sampai kapan pun Ghibran tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN