“Kita pulang aja, yuk!” Yasmin masih berjalan di samping Ghibran, mengimbangi langkah kaki sang suami. “Sebentar lagi,” jawab Ghibran sambil merangkul sang istri. “Kakinya melangkah memasuki sebuah butik muslimah lain di mall ternama yang mereka kunjungi, setelah mendapat beberapa hijab dan busana muslim di butik sebelumnya. “Kita ngapain masuk ke sini?” Perasaan Yasmin mulai tidak enak. Manik indah itu menatap tajam Ghibran. Namun, Ghibran Malah tersenyum polos sambil mengerlingkan mata. “Selamat datang di butik kami.” Salah seorang karyawan butik menghampiri mereka, hal sama yang dilakukan oleh karyawan di butik sebelumnya. Ghibran berjalan mengelilingi ruangan butik yang padat dengan beberapa busana muslim yang terpajang di setiap sudutnya. “Saya mau pesan ini,” tunjuknya pada

