Dalam perjalanan menuju rumah Cayra, Fahri terlihat sangat cemas Ghafi dan mamanya yang melihatnya hanya senyum senyumdan terus meledek Fahri mengeluarkan keringat dingin. Setelah mengucapkan ijab qobul kehidupan baru Fahri akan dimulai bersama dengan Cayra. “ Ri ngomong kek, dari tadi diem aja biasanya juga kamu paling doyan ngomong.” Ledek Ghafi “ Aku mau ngomong apa Ghaf, aku gugup banget aku takut nanti salah ngucap psi jab qobul, aduh rasanya ngga karuan tante, Ghaf, jantungku berdebar lebih cepat, badanku rasanya merinding aduh pokoknya nano nao deh.” Jawabnya “ Insyaallah ri semua akan berjalan lancar, rileks fikirin yang baik-baiknya aja jangan mikir yang ngga-ngga, nanti takutnya kebawa sampai ijab qobul kan malu-maluin ri.” Mama memberi pengertian pada Fahri untuk membuat Fah

