"Ly, kok sendiri lagi sih sayaaang, tante temani ya, loh kok nangiiiis," mama Chaldera memeluk Lyora yang menangis, suara terdengar memilukan, di dalam kamar yang ditempati Lyora. "Saya kangen mama dan papa tante, kadang saya bertanya, mengapa seolah takdir mempermainkan saya dan keluarga saya?" Mama Chaldera merasakan dadanya berdenyut nyeri, ingatannya kembali pada masa lalu, namun ia tepis sekuat mungkin. "Sabar sayang, tante akan membantumu, tante akan menyembuhkanmu, tidak mudah, tidak akan selesai dalam setahun rasa sakit sepertimu sayang, karena kita berpikir bahwa kita tidak berbuat jahat pada orang lain, lalu mengapa orang lain menyakiti kita?" Mama Chaldera mengurai pelukannya, lalu menghapus air mata yang masih tersisa di pipi Lyora. "Jika kau kangen pada papa dan mama, lih

