Reina tahu Abi yang sebenarnya memang tampan, tapi sembunyi di balik penampilan cupunya, ia menarik kaca mata Abi, lalu mengacak rambutnya, "Kamu ganteng banget," puji Reina. Angga tak peduli, begitu dasi itu terlepas, ia mengikat tangan Reina, memajukan bibirnya seakan ingin menciumnya, Reina merem menikmati hembusan napas hangat Abi yang menerpa pipinya. "Dasar jalang," umpatnya, lalu ia mendorong gadis itu, dan ia segera melenggang pergi. Abi menghela napas lega, ia tak memperdulikan Reina yang kesal dan mengumpatnya. "Aku tak akan pernah menghianati kamu, Ra." monolognya. Ia segera naik ke lantai atas, menuju kelas istrinya, sejak kegiatan lomba di mulai, ia belum bertemu istrinya. Ia masuk begitu saja saat melihat Kayra yang rupanya lagi duduk anteng dengan memiringkan ponselny

