Oma memeluk si kembar dengan rasa haru, kedatangan si kembar membuat hati Mama Edgar menghangat, rasa sakit hatinya sedikit teralihkan dengan kedatangan si kembar juga anak-anaknya. Di pintu masuk, pasangan pengantin baru beda usia berjalan dengan saling menggenggam jemari tangan. Mama Edgar mengalihkan pandangan ke sepasang pengantin baru tersebut, bibirnya ditarik ke atas, senyum simpul nampak manis di usia Mama Edgar yang tak muda lagi, namun masih sangat terlihat cantik dan anggun. Mama Edgar mengurai pelukannya dari dekapan si kembar. Kemudian kembali merentangkan kedua tangannya, menyambut putra bontotnya bersama istrinya. "Mama, Edgar kangen," ucap Edgar, saat ia memeluk mamanya, "Mama juga," jawab sang Mama, mengetatkan pelukannya. Buliran bening akhirnya merembes dari sudu

