Selepas mandi dan shalat ashar, Zalfa dan Edgar duduk di balkon, keduanya seperti pasangan remaja yang sedang pacaran, terkadang Zalfa malu-malu saat, Edgar melontarkan kata-kata mesra, keduanya menikmati suasana sore di kota Solo. "Mas, tadi kamu katanya mo cerita, kenapa nomormu gak bisa di hubungi?" tanya Zalfa, Edgar melirik ke istrinya yang nampak cantik dan wangi, ia memakai jilbab instan rumahan. Zalfa menatap Edgar dengan mengerutkan kening. Lalu Edgar tersenyum manis mengusap jilbab Zalfa, penuh sayang. Lalu kemudian membawa istrinya ke dalam pelukannya. Zalfa tak mengerti, namun menurut saja saat di peluk. Edgar mengusap matanya, tak ingin terlihat dirinya menangis. Lalu ia mengurai pelukannya. Mengulum senyumnya, "Sayang, jika aku tak ada kabar, percayalah aku baik-baik saja

