Pagi menyapa... Zalfa terbangun, ia mendapati dirinya yang di peluk Edgar begitu possesif. Menyadari Edgar yang semalam demam, ia menyentuh kening Edgar, masih hangat meskipun tak sepanas semalam. Adzan subuh berkumandang, Zalfa yang menyadari pergerakan suaminya, ia pura-pura tidur. Edgar membuka matanya dengan sempurna. Lalu dirinya menarik dagu sang istri, di ciumlah bibir istrinya dengan penuh penghayatan. "Good morning matahariku, tetaplah kau jadi matahariku yang selalu menghangatkan tubuhku, dan yang selalu membuat hari-hariku yang berwarna menjadi lebih berwarna dan bersinar hingga nampak indah." ungkapnya, begitu manis. Edgar duduk, lalu dirinya mengelus rambut istrinya di cahaya lampu yang tamaram. Di atas kasur, dua anak balita masih tidur anteng. Bed-nya memang besar tapi bu

