Chapter 32 - BERITA

1038 Kata

"kami coba simpan nestapa… kami coba kuburkan duka lara… tapi perih, tak bisa sembunyi. Ia menyebar kemana-mana…" Chairil Anwar ••••• "Apakah Opa adalah orang yang sama dengan yang menelfonmu saat kita dalam perjalanan waktu itu?" tebak Diana perlahan saat mereka akan tidur. Dia benar benar ingin tahu kejadian barusan. Pillowtalk adalah waktu yang pas untuk mendiskusikan hal ini. "Kapan?" Darren sibuk mencari posisi yang nyaman. "Enam bulan yang lalu, saat kita pulang dari Jakarta," lanjut Diana. "Hmm... Dia kakekku, ayahnya mamaku. Dia ngusir mama dari rumah. Bertahun tahun hidup tanpa kabar dan sekarang dia kembali," kata Darren. Sesuai janjinya, dia menjelaskan semua kepada Diana. Bagaimanapun Diana berhak tau, karena dia adalah istrinya. "Kenapa mama diusir?" tanya Diana

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN